jump to navigation

nasib petani karet bengkalis October 24, 2008

Posted by rizal hasyim in orang kita.
Tags:
trackback

Adalah sebuah kenyataan bahwa hidup di negeri yang kaya raya tidak akan menjamin anda menjadi orang kaya juga, karena kekayaan yang ada hanyalah milik orang-orang yang akses dengan harta tersebut. kenyataan ini akan menjadikan mereka yang hodup pas-pasan selalu dilanda kemiskinan sulit untuk mendapoatkan perubahan dalam kehidupan mereka, alias statis.

inilah yang terjadi denga petani karet di negeri Bengkalis, yang namanya terseohor sebagai kabupaten paling kaya di indonesi. para petani karet, mereka harus hidup dalam hidup mereka tanpa campur tangan dari luar, hidup dari upaya mereka sendiri untuk mengubah nasib yang seakan sama dengan kondisi pohon karet yang semakin hari semakin tua dan semakin tidak rata kulitnya.

kehidupan petani karet mungkin tidak pernah terekpose ke luar daerah, hilang dari laporan pemerintah. barangkali mereka bagaikan jamur yang harus dibasmi. jijik, jangankan mau meningkatkan kehidupan mereka, mendengar kata karet ja sudah mengundang jijik para laskar pemerintah, maklumlah, karet kan baunya sama sekali gak enak. lain halnya dengan pemerintah yang setiap hari berlimang dengan bau harum minyak wangi dan bau harum duit.

hah.. begitu congkaknya mereka.

kejijikan para aparat pemerintah, apalagi dinas pertanian sangat kentara sekali dengan tidak pernah nya mereka melihat kondisi kehidupan masyarakat petani karet. Dinas pertanian yang seharusnya memberikan penyuluhan kepada petani karet bagaimana caranya dapat meningkatkan hasil pertanian, sama sekali tidak pernah muncul. mungkin mereka takut digigit nayamuk kali ya.

pada dasarnya petani karet tidak memerlukan hal yang yang berbau gratisan kalau memang pemerintah tidak sanggup memberikannya. tidak perlu bibit gratis kalau pemerintah tidak punya. namun minimal mereka diberikan kesempatan dan kemudahan untuk membeli bibit tersebut.

di bawah ini ada beberapa keluhan dari petani karet yang penulis rangkum dari pencarian di lapangan.

1. Dinas pertanian tidak pernah memberikan penyuluhan bagaimana meningkatkan kualitas dan hasil karet. bagaimana mau memberikan penyuluhan, turun ke desa-desa saja tidak pernah. entah apalah yang mereka kerjakan di kantor. apa cuma onani di belakang meja saja kali.

2. Dinas pertanian, jangankan menyediakan bibit karet yang bisa dibeli masyarakat, memberikan informasi dimana bibit bisa dibeli saja tidak pernah.

3. aparat pemerintah sibuk mengejar proyek yang lebih besar, yang bertujuan untuk mendambah kekayaan mereka, hingga persoalan petani karet tidak pernah diperhatikan.

4. di tengah harga karet yang semakin anjlok para petani, sekali lagi pemerintah dimhon untuk segera membantu saudara2 petani karet. mereka tidak butuh diberikan uang cash, karena disamping akan mengurangi kekayaan para pejabat. juga akan menjadikan mereka sebagai proyek cari uang.

5. tolong dong mereka diperhatikan. bukankah berdasarkan informasi dari pejabat propinsi, anggaran untuk pembangunan kabupaten bengkalis sebesar 1 triliun per tahun? kemana uang itu? apa hanya habis untuk membangun rumah dinas bupati dan gedung2 lainya yang tidak berefek sama sekali kepada orang miskin ? mereka tidak akan kenyang hanya dengan melihat rumah para pejabat yang mewah!!!!!!

Comments»

1. Hendra - December 4, 2008

top abis, setuju pemberdayaan petani merupakan salah satu cara penanganan krisis global dan turut memajukan negara RI “Negara Kuat karena Rakyatnya Kuat”.

Salam

Bravo My Friend

rizal hasyim - December 5, 2008

iya,, aku kasian tu sama orang bengkalis. yang cuma jadi proyek pejabat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: